Mini-chan lupa mengpublish chapter lama dari BiC.
nah, sekarang selamat mengnikmati chapter lama BiC yang ketiga sekaligus yang terakhir.
^o^ Happy Reading! ^o^
Title: Big is Cute
Author: Gemini Slacker
Pairing: Bakal ada pairing CanonxCanon, tapi untuk (Nama) belum ada. Jadi tolong bantuannya, nya!
Genre: HUMOR…Humor…Romance…HUMOR! XDD
Rating: Mari berdoa, semoga untuk selamanya rantingnya tetap T…?
Summary: (Nama) adalah gadis yang memiliki tubuh gemuk. Karena tubuhnya ini lah yang membuatnya berpikir kalau tidak ada pria yang bakal jatuh cinta padanya. Akan tetapi, sepertinya orang-orang disekitarnya justru berpikir sebaliknya.
Warning: TYPO dan adanya OOC. Kalo nggak suka silahkan mencet tombol back.
Disclaimer: Gemini Slacker tidak memiliki KHR! Gemini Slacker hanya mengklaim ide fanfic ini.
(¬‿¬) Big is Cute (¬‿¬)
~Big 3~
"Wah, indahnya." Gumam mu pelan sambil menikmati matahari senja di tepi pantai.
"Apakah kau menyukainya, (Nama)?" Tanya seorang pria yang tiba-tiba memelukmu dari belakang dengan penuh kasih sayang.
Ketika pria tersebut, memelukmu dari belakang. Terlintas di kepalamu sebuah rasa penasaran yang membuatmu ingin mengetahui identitas pria tersebut.
"Ya, aku sangat menyukainya, tapi, kenapa kau membawaku kemari?" Tanyamu pada pria tersebut secara otomatis, tanpa mempedulikan tujuan utamamu untuk mengetahui identitas pria tersebut.
Mendengar pertanyaan darimu, membuat pria tersebut tertawa kecil dan tanpa dia sadari membuat wajahmu yang bulat menjadi memerah dan jantungmu mendetak kencang. Karena mendengar suaranya yang merdu di dekat telingamu.
"Aku sudah janji padamu, bukan? Kalau aku ingin memperlihatkan matahari senja yang terindah dan memiliki warna yang paling kau sukai." Jawab pria tersebut sambil mencium daun telingamu dan membuatmu semakin memerah.
"Kau benar. Aku lupa. Terima kasih, ya. Berkat kau, aku melihat warna orange yang indah ini." Katamu yang sekali lagi terpesona dengan pemandangan yang ada dihadapanmu sambil mendengarkan deburan ombak yang tenang dan menghiraukan hembusan angin pantai yang mulai mendingin karena perubahan waktu dari sore hari menuju malam hari. Karena kehangatan yang kau dapatkan dari pelukan pria asing tersebut.
Setelah terdiam beberapa saat yang bagimu terasa lama sekali, akhirnya pria itu mengatakan sesuatu padamu. "Aku mencintaimu, (Nama)." Katanya dengan perlahan dan lembut di telingamu. Akan tetapi, terdapat nada keseriusan di dalamnya.
Mendengar pernyataan cinta yang tiba-tiba itu, membuatmu tak percaya dengan pendengaranmu dan kau langsung membalikkan tubuhmu untuk memastikan perkataannya tadi, sekaligus untuk melihat wajahnya. Akan tetapi, kau langsung merasa kecewa, karena wajah pria tersebut terlihat buram di matamu.
"Sudah sejak lama aku memendam perasaan ini. Karenanya, Izinkan aku untuk berada di sisimu dan melindungimu selamanya, (Nama)." Kata pria tersebut sebelum mendekatkan wajahnya ke wajahmu. Seakan-akan dia ingin menciummu.
'Eh?! Tu-tunggu dulu! Aku belum siap!' Pikirmu panik dengan wajah memerah sambil merasakan bibir pria misterius itu semakin mendekat ke bibirmu.
"TUNGGU DULU TO THE EXTREME!" Teriak seorang pemuda yang muncul tiba-tiba dan menyebabkan dirimu serta pria yang berniat menciummu terkejut setengah mati. "Jangan seenaknya mengatakan cinta pada (Nama Panjang)! Bahkan sampai ingin menciumnya TO THE EXTREME! Kau Extremely tidak boleh menyentuh (Nama Panjang) sebelum mengalahkan diriku TO THE EXTREME!" Teriaknya sambil menunjuk kesal pada pria yang ada di sampingmu.
Melihat kedatangan pemuda tersebut, membuatmu kesal. Karena dirinya, kau gagal mendapatkan cium- [(Nama): Hoi!]. Ops, Salah! Maksudnya, dirimu kesal karena sekali lagi matamu mengalami keburaman. Jadi, kau tidak bisa melihat wajah pemuda tersebut dengan jelas. Bukannya, kau kesal karena GAGAL MENDAPATKAN CIUMAN TO THE EXTREME! [(Nama): GYAAAA! MINI-CHAN IDIOT!]
"Kufufu, dia benar. Kau tidak boleh menyentuh (Nama). Karena sejak awal dia adalah boneka milikku dan siapapun tidak boleh menyentuhnya, kecuali diriku." Kata pemuda lainnya yang juga muncul tiba-tiba.
"Sayang sekali, Mukuro-kun~. Lebih baik, kau mencari boneka di tempat lain. Karena (Nama)-chan akan menjadi milikku. Secara, segala yang imut dan manis seperti marshmallow adalah milikku." Kata Pemuda lainnya yang juga muncul tiba-tiba untuk merebutmu.
"Kalian, para herbivore. Sejak kapan (Nama Panjang) (Nama Pendek) menjadi milik kalian?" Tanya pemuda lainnya yang muncul entah dari mana dengan nada kesal. "Segala sesuatu yang ada di Namimori adalah milikku. Jadi, menyingkirlah sebelum aku menggigit mati kalian semua." Ancamnya sambil memunculkan sepasang tonfa di tangannya.
"Hei, Kyouya. Kau tidak boleh serakah. Lagipula, (Nama) lebih cocok menikah denganku dan menikmati kehidupan Italia bersama-sama." Kata pria lainnya yang ikut muncul.
"Haha, sayang sekali, Dino-san. Aku yakin (Nama) pasti memilihku karena aku akan membawanya ke Koshien." Kata pemuda lainnya yang ikut muncul pada pria yang dipanggilnya Dino.
"Cih, kau pikir (Nama panjang) bakal mau dengan maniak Baseball sepertimu? Dia lebih baik bersamaku." Kata pemuda lainnya yang ikut muncul dengan nada kesal pada pemuda yang berniat mengajakmu ke stadium Baseball terkenal di jepang.
"Cih, Kau juga harusnya berpikir, idiot. (Nama) tidak bakal mau dengan bocah seperti dinamit sepertimu." Kata seorang pria dengan nada kesal kepada pemuda yang lebih dulu muncul darinya.
"Aku pikir (Nama) juga tidak mau memilih perokok berat sepertimu, G. Lagipula, aku yakin (Nama) lebih suka bersamaku sambil mendengarkan alunan serulingku." Kata seorang pria lainnya dengan nada tenang sebelum mengalunkan sedikit alunan musik dari serulingnya.
"A-aku pikir (Nama)-chan lebih memilih orang yang normal sepertiku." Kata seorang pemuda dengan nada gugup. Akan tetapi, masih terdapat tekat pantang menyerah dari nada suaranya.
"Maaf, Tsuna-dono. Tapi, aku rasa (Nama)-Hime lebih memilihku." Kata seorang pemuda dengan menggunakan bahasa jepang kuno.
"Eto, aku rasa (Nama)-chan lebih menyukai pemuda yang pemalu sepertiku." Kata pemuda lainnya dengan nada pelan hampir tidak terdengar olehmu.
Mendengar apa yang dikatakan para pria yang muncul entah dari mana itu, membuat dirimu terbengong-bengong. Sedangkan, pria pertama yang bersamamu menjadi kesal.
"Kalian semua. Apa kalian tidak bisa melihat kalau tadi (Nama) sudah hampir menjadi milikku? Jadi, sebaiknya kalian menyerah saja!" Kata pria yang tadi nyaris mencium sebelum dia mengadakan adu mulut dengan yang lainnya mengenai siapa yang lebih pantas mendapatkan dirimu.
"Mereka pasti sudah gila." Gumam mu tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapanmu.
Ya, kau sama sekali tidak mempercayainya dan berharap kalau apa yang sedang terjadi dihadapanmu ini hanyalah sebuah mimpi. Secara, bagaimana bisa kau mempercayai hal ini adalah kenyataan, ketika ada beberapa lelaki yang entah muncul dari mana dan berusaha mengklaim dirimu. Apa lagi, di kehidupan sehari-hari, dirimu lebih sering dijadikan objek lelucon dan hinaan bagi semua orang. Termasuk semua lawan jenismu. Oleh karena itu, tanpa kau sadari, kau mencoba mengambil langkah mundur dari posisimu semula agar bisa bersembunyi dari mereka yang saat ini masih adu mulut dan tidak sedang memperhatikanmu.
Saat kau berpikir hampir bisa menjauh dari mereka, sepasang tangan menyentuhmu dan langsung menggendongmu dengan gaya pengantin tanpa mempedulikan perasaan terkejut yang muncul di dalam dirimu dan amarah dari para lelaki lainnya yang melihat dirimu dibawa lari oleh orang misterius lainnya. ketika kau mencoba melihat siapa yang menggendong mu, kesekian kalinya matamu menghianati mu dan menyebabkan kau tidak bisa melihat orang tersebut. Akan tetapi, kali ini timbul sebuah perasaan aneh dalam dirimu bahwa kau mengenal orang itu dan ada perasaan rindu padanya. Bahkan kau berharap orang ini tidak akan pernah melepaskan dirimu dari sisinya.
"Tenanglah, aku tidak akan melepaskanmu dari sisiku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu, (Nama)." Kata Pemuda itu dengan suara rendah yang dipenuhi nada protektif dan posesif yang membuat jantungmu berdetak dengan cepat.
Tanpa menyadari adanya rasa sakit di hati mu yang datang entah dari mana. Kau pun mengatakan. "Ya, jangan pernah lepaskan aku-"
TENG TENG
"Bangun, Kak! Hampir waktunya berangkat ke sekolah, nih!" Kata Adikmu yang membangunkan mu sambil memukul penggorengan dengan spatula yang mau tidak mau membuatmu langsung membuka kedua matamu yang masih terasa berat.
"Duh, 5 menit lagi." Katamu lirih sambil menutupi dirimu di balik selimutmu yang nyaman bagaikan surga dunia.
"Kalau Kakak tidak mau bangun, aku bakal telepon Daddy untuk membangunkan Kakak, loh." Ancam Adikmu yang langsung membuatmu bangun terduduk.
'Huh, kenapa dia harus memakai alasan menelpon ayah, sih.' Pikirmu kesal sambil berusaha menghilangkan rasa kantuk mu sebelum beranjak keluar dari tempat tidurmu. "Kenapa kau masih di sini?" Tanyamu yang melihat adikmu masih ada di kamarmu. 'Terutama sambil melihatku seperti itu' Tambah mu dalam hati melihat adikmu menatapmu sambil mengangkat alisnya.
"Aku tahu Kakak orang yang sekali ngambek susah sembuhnya dan Kakak juga masih kesal dengan Mammy. Akan tetapi, bukannya kakak sudah seharusnya berhenti menangis?" Tanyanya yang membuatmu kebingungan.
"Eh? Menangis?" Kau bertanya perlahan sambil menyentuh pipimu yang ternyata basah oleh air matamu. "Kenapa aku menangis?"
"Mana aku tahu? Memangnya, Kakak tidak sadar?" Tanya Adikmu yang kau langsung jawab dengan anggukan. "Hm, kalau begitu mungkin itu karena tadi Kakak memimpikan sesuatu yang membuatmu sedih." Katanya yang langsung membuatmu berusaha mengingat apa yang kau mimpikan semalam.
"Hm…, Aku hanya ingat sepertinya aku dikejar-kejar banyak orang di pantai." Katamu perlahan yang membuat adikmu terbengong sebelum tertawa terbahak-bahak dan membuatmu keheranan. "Apa, sih? Memangnya ada yang aneh dari mimpiku?" Tanyamu kesal yang malah membuat adikmu semakin tertawa kencang sambil memukul-mukul lantai dan membuat wajahmu menjadi memerah.
"Puh, ak-akhirnya Kakak ku su-sudah ma-masuk masa ke-kedewasaan juga." Kata adikmu sela tertawanya yang membuatmu menatap adikmu dengan tatapan kesal, sekaligus bingung dengan perkataannya. "Yah, aku ucapkan selamat telah memasuki masa kedewasaan, Kak." Katanya sebelum pergi dari kamarmu sambil mengeluhkan kata 'Polos', 'Kekasih' dan 'Perut sakit'.
Kau yang melihat keanehan adikmu hanya bisa menyipitkan matamu kesal sebelum menghela nafas dan merenggangkan badan sambil menuju lemari pakaian untuk mengambil seragam sekolah barumu.
'Benar-benar, deh. Masuk masa kedewasaan apanya? Laganya kayak dia sudah dewasa, saja.' Pikirmu kesal sambil membuka lemari pakaianmu. Ketika membuka lemari pakaianmu kau bisa langsung melihat seragam sekolah SMU mu yang berupa kemeja lengan pendek berwarna putih, dasi kupu-kupu berwarna biru muda, rok berwarna indigo dan terakhir yang paling kau sukai adalah sekolahmu memakai Waistcoat berwarna orange, warna yang paling kau sukai. 'Sebenarnya aku memang masih sebal, sih. Tapi, kalau lihat seragamnya punya warna yang aku sukai sepertinya tidak buruk juga.' Pikirmu sambil mencocokkan baju seragammu denganmu di depan cermin yang ada di belakang pintu lemari sebelum menuju kamar mandi untuk bersiap-siap sekolah.
(¬‿¬) Big is Cute (¬‿¬)
Setelah beberapa menit bersiap-siap, kau segera menuju ruang makan dan kau langsung bingung dengan absennya ibumu di ruang makan.
"Mammy sudah berangkat sejak subuh. Dia bilang ingin mengadakan sarapan penuh cinta bersama Daddy." Kata Adikmu yang menjawab pertanyaan yang ingin kau tanyakan padanya sebelum meminum jus jeruk. "Dia menitipkan pesan untuk menyuruh kita mendoakannya agar dia bisa mendapatkan adik baru untuk kita."
Mendengar pesan Ibumu, membuatmu memasang wajah jengkel. "Mammy mu itu, pagi-pagi sudah bikin kekonyolan saja. Bukannya menyampaikan pesan yang wajar seperti 'Jangan telat di hari pertama!' atau yang lainnya, ini malah menyuruh kita mendoakan dia punya anak lagi." Gerutu mu kesal sambil duduk di kursi dan mengambil sepotong roti untuk mengolesinya dengan selai strawberry sebelum memakannya.
"Yah, apa boleh buat itu memang sifat Ibumu. Lagipula, kalau kau kesal. Kenapa tidak berdoa semoga Adik yang akan lahir tidak punya sifat yang sama dengannya dan lebih memiliki sifat Daddy?"
"Yah, aku rasa kau ada benarnya." Gumam mu pelan sambil mengharapkan apa yang dikatakan Adikmu menjadi kenyataan.
"Ngomong-ngomong, Mammy menyuruhku membuat bekal makan siang yang agak lebih untukmu." Kata Adikmu setelah beberapa saat terdiam.
"Huh, kenapa?"
"Soalnya selama seminggu ini, kau hanya makan 3 kali sekali padahal biasanya kau bisa makan 5 kali sehari. Jadi Mammy agak cemas kalau kau menjadi langsing." Katanya tenang yang membuatmu sedikit kesal.
"Bukannya malah bagus kalau aku jadi langsing?" Tanyamu kesal. "Lagipula, aku hanya melewatkan makan makanan kecil karena masih sebal dengan Ibu. Jadi seharusnya itu tidak dipermasalahkan, dong."
"Yah, tapi bagi Mammy itu sebuah masalah. Apalagi, sepertinya Daddy juga agak cemas setelah mendengarnya." Katanya yang membuatmu menjadi tidak enak karena kau telah membuat Ayahmu menjadi cemas. Karena bagimu Ayahmu adalah orang yang sangat kau sayangi. Walaupun, pada dasarnya dia sibuk dengan pekerjaannya, tapi dia tetap meluangkan waktunya untuk keluarganya, terutama dirimu. Hal ini jugalah yang membuat Ayah mu sering bolak-balik antara Indonesia-Jepang. "Begitu juga aku mencemaskan kesehatanmu jika kau menjadi langsing. Soalnya, aku merasa kehilangan beruang yang harus aku kasih makan."
"Kau pikir aku ini binatang peliharaan di kebun binatang!"
"Pokoknya, aku harap kau menghabiskan bekal yang sudah susah payah aku buat ini." Katanya tak memperdulikan perkataanmu sambil menyerahkan sebuah kotak bekal yang besar dan bisa untuk 4 orang.
"Geh, kau pikir aku mau piknik, sampai perlu membawa bekal sebanyak ini!?" Tanyamu sambil memandang tidak percaya dengan ukuran bekal makan siangmu dan berharap Adikmu hanya bercanda.
"Anggap saja ini sebagai penembusan dosa karena membuat orang disekelilingmu khawatir." Katanya dengan cuek sambil membawa piring kotor ke bak cuci untuk dia cuci. "Lagipula, kau bisa menggunakan itu untuk mencari teman."
"Kenapa rasanya aku tidak yakin dengan yang terakhir, ya?"
"Kak, cobalah untuk berpikir positif. Karena Kakak terlalu pasrah dengan apa yang terjadi di sekelilingmu makanya Kakak sering menjadi bahan penggencetan dan tidak pernah mencoba untuk melawan." Kata Adikmu sambil menatapmu dengan tajam dan merasa dirimu menjadi mengecil. "Kali ini Kakak mendapat kehidupan baru di lingkungan baru. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk mengubah nasip. Kalau tidak Kakak hanya membuat susah semua orang."
Mendengar perkataan adikmu membuatmu merasa bersalah. Memang apa yang dikatakan Adikmu ada benarnya. Kau lebih suka menerima tindakan mantan teman sekolahmu tanpa perlawanan dan menganggap itu semua adalah hal yang wajar kau dapatkan karena bentuk tubuhmu dan nasip sialmu dari nilai 75 ke atas.
Tapi, yang jadi pertanyaannya adalah…
Apakah kau memiliki keberanian untuk mengubah nasip mu?
"Aduh!" Rintih mu kesakitan ketika kepalamu dipukul pelan oleh Adikmu.
"Ayo, bangun! Kita sudah hampir terlambat ke sekolah, nih." Katanya sebelum menuju pintu depan untuk memakai sepatu. "Aku dengar di sekolah Kakak ada 2 orang mengerikan yang menjuluki diri mereka sebagai Ketua Komite Disiplin dan Ketua Komite Likuidasi"
"Huh? Apa itu Komite Disiplin dan Komite Likuidasi?" Tanya mu bingung sambil memakai sepatumu sebelum keluar dari rumah dan mengunci pintu.
"Semacam perkumpulan para Perfek yang bertugas menjaga keamanan sekolah. Hanya saja mereka mengatasi keamanan sekolah dengan menggunakan kekerasan fisik." Kata Adikmu yang membuatmu terkejut. "Apa lagi yang aku dengar ada yang dirawat di rumah sakit selama sebulan karena datang terlambat ke sekolah." Katanya membuatmu semakin terkejut. "Ah, bahkan ada yang harus dirawat sampai 3 bulan karena melakukan penggencetan atau mencoba melawan mereka."
"Kenapa mereka dibiarkan tetap ada?!"
"Soalnya berkat mereka, Sekolah Namimori menjadi tentram. Ditambah lagi, kedua Komite itu diasuh oleh CEDEF yang merupakan pasukan kepolisian khusus di kota ini. Jadinya, tindakan mereka sudah dianggap hal yang wajar." Katanya menjelaskan. "Oh, bahkan sepertinya kedua Komite itu juga sering berpatroli untuk menjaga keamanan di kota."
"Yang benar saja." Gumammu tak percaya dengan yang kau dengar dari Adikmu.
"Menurutku ini hal yang bagus." Kata Adikmu yang membuatmu bingung. "Dengan adanya mereka, tidak akan ada lagi yang menggencet Kakak. Seperti di sekolah lama Kakak."
"Mungkin memang benar. Tapi, bagaimana kalau justru mereka yang menggencet ku?"
"Pada dasarnya, mereka itu tidak akan melakukan kekerasan selama semuanya menaati aturan yang ada. Jadi kecil kemungkinan Kakak akan digencet mereka. Mengingat, Kakak tidak pernah melanggar peraturan sekolah." Kata Adikmu yang menenangkanmu. "Tapi, kalau Kakak digencet oleh mereka, aku berharap, Ketua Komite Disiplin yang menggencet Kakak." Katanya yang membuatmu bingung.
"Huh? Kenapa begitu?"
"Soalnya Ketua Komite Disiplin adalah Laki-laki, sedangkan Ketua Komite Likuidasi adalah Perempuan. Ditambah lagi, Aku dengar Ketua Komite Disiplin yang bernama Hibari Kyouya memiliki moto 'menggigit sampai mati' siapapun yang membuatnya kesal dengan tonfanya."
"Jadi?" Tanyamu yang semakin tidak mengerti dan membuat Adikmu jadi keringat jatuh.
"Aduh, kenapa aku punya Kakak perempuan yang begini polosnya, sih?" Gumam adikmu yang membuatmu jadi jengkel. "Dengar Kakakku yang manis! Si Hibari Kyouya ini, selain terkenal kuat. Dia juga terkenal tampan dan dipercayai kelak di masa depan dia akan tumbuh menjadi seorang Pria yang memiliki body super sexy. Ditambah lagi, dia terkenal kaya karena keluarganya hampir memiliki sebagian besar aset penting di kota ini." Katanya menjelaskan seperti apa Pemuda bernama Hibari Kyouya yang membuatmu keringat jatuh. Karena melihat Adikmu yang biasanya tenang menjadi OOC. "Jadi, berdasarkan informasi dari perkumpulan 'Kyouya-sama fans club' yang merupakan bagian dari perkumpulan 'Hibari's Family Fans club' , Jika, seorang gadis didisiplinkan olehnya, maka tak lama kemudian gadis itu akan langsung mengandung anaknya. Dengan begitu, aku akan langsung mendapatkan keponakan yang terjamin penampilannya." Katanya mengakhiri penjelasannya dan membuatmu terjatuh.
"Dari mana gossip yang tidak benar itu?!" Teriak mu kesal dengan wajah memerah. "Lagipula, Adik macam apa kau ini yang menginginkan Kakak kandung sendiri diperkosa orang yang tidak dikenal?!"
"Aku mendapatkan info itu dari internet. Lagipula, apa salah kalau aku menginginkan Kakak menikah dengan Pria yang bisa memperbaiki keturunan agar kelak anak-anakmu tidak ada yang segemuk dirimu?" Tanyanya yang membuat batas kesabaranmu habis.
"Aku gemuk karena Ibu membuatku makan banyak sejak kecil! Bukan karena keturunan, Idiot!" Bentakmu sambil melontarkan pukulan pada Adikmu satu-satunya. Akan tetapi, dengan mudahnya dia menghindar sambil berlari menjauh darimu.
Melihat tingkahmu, membuat Adikmu tertawa mengejek mu. "Ops, aku lupa. Habisnya berat Kakak tidak pernah turun, sih. Ditambah lagi, Kakak tetap makan banyak. Aku berpikir, Kakak jadi semakin mirip dengan Snorlax dari Pokemon." Katanya dengan santai sebelum melarikan diri dari dirimu yang sebentar lagi akan mengamuk.
'Snorlax… Snorlax… SNORLAX!' Pikirmu syok sambil membanyangkan dirimu menjadi Snorlax yang sedang makan banyak sebelum tertidur nyenyak.
"(NAMA DEPAN ADIK) (NAMA BELAKANG), AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Teriakmu jengkel sebelum mengejar Adikmu yang sungguh sangat menyebalkan dengan kecepatan tinggi yang sangat mustahil untuk tubuh besarmu lakukan.
Tanpa dirimu sadari, seorang pemuda dan seorang pria melihatmu dengan penuh kekaguman setelah melihat kecepatan lari mu. Ketika dirimu melewati mereka yang sedang jogging mengelilingi kota untuk ketiga kalinya.
"EXTREME! Aku tidak pernah melihat anak perempuan berlari sekencang itu TO THE EXTREME!" Kata seorang pemuda yang memiliki rambut berwarna putih dengan penuh kekaguman. "Aku harus mengajaknya masuk ke Klub Tinju TO THE EXTREME!" Katanya sebelum mengejarmu dengan kecepatan yang sama dengan dirimu.
"HO-HOI, TUNGGU DULU TO THE EXTREME, RYOHEI!" Teriak pria yang memakai baju Pendeta sebelum ikut mengejar pemuda yang merupakan salah satu dari Adiknya dengan kecepatan yang sama.
(¬‿¬) Big is Cute (¬‿¬)
Beberapa menit kemudian…
"Si-sialan. Bo-bocah te-tengik itu larinya kencang banget." Katamu kesal dengan perlahan diantara nafasmu yang sesak sehabis berlari kencang. "Huh, mungkin sekarang dia berhasil meloloskan diri. Tapi, begitu di rumah, aku akan menghajarnya sampai mati." Janjimu dengan penuh amarah sambil menopang tubuhmu di dinding terdekat sambil mengatur nafasmu kembali.
"HEEEEEEEI, GADIS YANG DI SANAAA TOOOOO THEEE EEEXXXTREMEEEE!" Teriak seseorang yang membuatmu langsung melihat ke arah dari kau datang dengan keheranan.
Ketika kau melihat ke arah asal suara itu datang, kau melihat seorang pemuda yang memakai seragam sekolah yang sama dengan dirimu. Hanya saja, dia memakai versi seragam laki-laki dan tidak memakai dasi yang seharusnya dipakainya serta dia tidak mengkancingkan kemejanya jadi kau bisa melihat kaos berwarna hitam yang dipakainya. Dia berlari menuju ke arahmu dengan kecepatan yang luar biasa yang bahkan menyebabkan gumpalan awan debu bisa terlihat di belakangnya sebelum berhenti di depanmu yang hampir membuat celana dalammu terlihat. Jika, kau tidak memegangi rokmu dengan erat.
"Akhirnya aku menemukanmu gadis yang luar biasa to the extreme!" Teriak pemuda itu dengan mata berkobar-kobar sambil meremas kedua bahu mu dengan sepasang tangan yang diperban. Hal ini sungguh membuatmu bingung sekaligus takut.
"Eh?"
"Kau memiliki bakat luar biasa yang bahkan aku sendiri belum melihatnya TO THE EXTREME." Katanya yang membuatmu semakin bingung. "Karena itu, masuklah Klub Tinju! Dengan begitu, aku bisa mengasah bakat terpendam yang kau miliki TO THE EXTREME!" perintahnya dengan penuh membara yang membuatmu jadi semakin ketakutan.
'Hiiii, siapa orang ini?! Baru muncul langsung ngomong hal yang gak jelas.' Pikirmu ketakutan sambil perlahan menjauh darinya. "Ti-tidak usah. Aku-"
"Ryoheiii!" Teriak seseorang yang memotong perkataanmu dan membuatmu dan pemuda di hadapanmu melihat ke arah dirimu dan pemuda yang dihadapanmu datang.
Sama halnya dengan kedatangan pemuda tersebut, pria misterius yang meneriakkan nama yang kau yakini sebagai nama pemuda yang ada di dekatmu ini, juga datang dengan berlari dengan kecepatan yang luar biasa yang menyebabkan gumpalan awan debu bisa terlihat dibelakangnya sebelum berhenti di hadapan dirimu dan Ryohei yang menyebabkan sekali lagi kau harus memastikan rokmu tidak terangkat dan memperlihatkan celana dalammu.
"Ryohei, kau seharusnya tidak berlari secara mendadak seperti itu To the Extreme! Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Kau tidak mau membuatku dan Kyoko khawatir To the Extreme 'kan?!" Bentak pria yang sepertinya seorang Pendeta pada pemuda yang mirip dengannya, hanya lebih muda darinya dan memiliki rambut berwarna putih bukannya hitam seperti dirinya.
"Maaf, Kak Knuckle. Aku terlalu bersemangat setelah melihat gadis ini berlari dengan kecepatan Super Extreme dan aku jadi terlalu fokus untuk mengajaknya ke Klub Tinju TO THE EXTREME! Aku tidak bermaksud membuatmu ataupun Kyoko khawatir." Kata Ryohei dengan panik.
"Bagus. Yah, tapi aku sebenarnya sangat mengerti dengan perasaanmu To the Extreme. Akan tetapi, cobalah untuk tenang sedikit. Aku yakin, tuhan akan memberikan petunjuk yang Extreme jika kau bersabar." Kata Knuckle menceramahi Ryohei yang kau anggap sebagai Adiknya.
"Ya, aku mengerti. Tapi, kadang aku melupakannya dan lebih mengikuti instingku TO THE EXTREME." Kata Ryohei yang membuat dirinya dan Knuckle tertawa.
'Si-siapa sih mereka? Aku tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.' Pikirmu keheranan sambil keringat jatuh muncul di kepalamu. "Ano, siapa kalian?" Tanyamu yang menarik perhatian kedua orang yang ada di hadapanmu.
"Oh, aku hampir lupa. Aku adalah Sasagawa Ryohei anak kedua dari 3 bersaudara Sasagawa. Dan aku adalah siswa kelas 3 SMU di SMU Namimori, sekaligus Kapten Klub Tinju SMU Namimori." Kata Ryohei dengan penuh semangat.
"Dan aku adalah Sasagawa Knuckle. Kakak tertua dari Sasagawa bersaudara. Aku adalah Pendeta dari Gereja Namimori." Kata Knuckle dengan penuh semangat juga walaupun sedikit agak tenang dari Ryohei.
"Dan Moto kami adalah EXTREME!" Kata mereka berdua secara bersamaan yang entah bagaimana ketika mereka mengatakan hal itu dirimu melihat mereka sedang berdiri di pinggir tebing pantai yang di bawahnya terdapat ombak besar.
"O-oh, be-begitu, ya." Gumam mu pelan. 'Mereka sungguh 'unik'.' Pikirmu yang melihat keunikan kedua bersaudara yang ada dihadapanmu. "Aku (Nama Panjang) (Nama pendek). Aku murid baru di kelas 2 SMU Namimori. Salam kenal." Katamu memperkenalkan diri sebelum menunduk pelan seperti yang dilakukan orang jepang.
"(Nama Panjang) (Nama pendek)…!" Gumam Knuckle pelan sebelum tiba-tiba teringat sesuatu. "Kau-"
"Oh, kau punya nama yang bagus, (Nama Panjang)!" Puji Ryohei yang membuatmu sedikit tersipu dan mengucapkan terima kasih padanya. "Apalagi, kau memiliki tubuh yang bagus. Dengan kecepatan yang kau miliki dan tubuh yang indah ini, kau pasti akan menjadi petinju wanita terhebat di dunia TO THE EXTREME." Umumnya yang membuatmu keheranan sedangkan Knuckle ikut setuju dengan mengangguk dan melupakan hal yang ingin dikatakannya padamu sebelum Ryohei memotong. "Kau melihatnya bukan, (Nama Panjang)? Itu adalah Bintang Madison Square Garden!" Katanya sambil merangkulkan lengan kirinya di bahumu dan menunjuk secara asal ke langit yang biru dengan tangannya yang masih bebas.
'Mana mungkin aku bisa melihat bintang di pagi hari! Lagipula, itu nama tempat, bukannya nama bintang!' Pikir mu panik dengan sifat Ryohei yang membara. 'Dan yang paling penting, aku tidak ingin jadi petinju!' Pikirmu kesal. 'Yah, walaupun aku senang dia memuji tubuhku yang gemuk ini, sih' Tambahmu pelan sambil berusaha menyembunyikan wajahmu yang memerah dengan pujian seniormu itu.
"Itu adalah bintang yang merupakan rumah dari Pertandingan Tinju tingkat dunia! Ayo kita raih bintang itu bersama dan menjadi pasangan petinju terhebat di dunia!" Katanya dengan penuh semangat yang membuat keringat jatuh mu semakin bertambah.
'Aku sudah bilang kalau aku tidak ingin menjadi petinju!' Protes mu kesal dalam hati.
"Oh, itu sungguh luar biasa, Ryohei! Kalau begitu akan berdoa pada tuhan secara Extreme setiap hari agar impian kalian berdua bisa tercapai To the Extreme." Kata Knuckle yang membuat Ryohei senang dan membuatmu ingin memukulkan kepalamu ke tembok dengan sifat kedua orang yang dihadapanmu.
"Ano, aku senang dengan perhatian yang kalian berikan. Akan tetapi, aku sama sekali tidak mengerti soal Tinju." Katamu dengan lemas kepada mereka. 'Jadi, tolong berhenti menggangguku soal itu.' Tambah mu dalam hati sambil berharap mereka berhenti memutuskan masa depanmu seenaknya saja.
Tanpa kau sadari, kau telah membuat kedua pria di hadapanmu membatu dengan perkataanmu sebelum membuat salah satu dari mereka meledak.
"ITU EXTREMELY TIDAK BISA DI BIARKAN TO THE EXTREME!" Teriak Ryohei yang membuatmu hampir melompat saking terkejutnya. "Di dunia ini tinju adalah hal yang Extremely terpenting! Dan lagipula, aku tidak bisa menerima seseorang yang Extremely memiliki potensi menjadi petinju di dunia malah tidak mengerti soal tinju." Katanya dengan penuh kemarahan yang membuat mu mengambil langkah mundur darinya saking takutnya. "Ayo ikut denganku, (Nama Panjang)! Aku akan mengajarkan segala hal soal Tinju padamu. Dengan begitu kita bisa meraih Bintang Madison Square Garden bersama TO THE EXTREME." Perintahnya sambil menarik tanganmu. Akan tetapi, karena kakimu yang masih lemas setelah berlari kencang membuat dirimu terjatuh dan membuat kedua pria tersebut terkejut.
"Ah, (Nama)-chan. Kau tidak apa-apa?" Knuckle bertanya dengan khawatir sambil menghampiri dirimu yang terjatuh.
"Ah, apa aku menarikmu terlalu kencang, (Nama Panjang)?" Ryohei bertanya dan ikut khawatir jika dia tanpa sengaja melukaimu.
"Tidak. Aku tidak apa. Hanya saja, kakiku masih lemas setelah tadi berlari terlalu kencang. Jadi, aku tidak bisa bergerak." Katamu menjelaskan pada mereka dan berharap tidak membuat mereka terlalu mencemaskan dirimu.
"Jadi, itu alasannya kenapa kau Extremely berhenti di sini dan bukannya di sekolah?" Tanya Knuckle yang kau jawab dengan anggukan.
"Yosh! Kalau begitu serahkan padaku TO THE EXTREME!" Kata Ryohei secara tiba-tiba yang membuat dirimu dan Knuckle kebingungan dengan maksud perkataannya. "Kak Knuckle titip tasku dan (Nama Panjang)." Mintanya ke Knuckle sambil menyerahkan tasnya dan tasmu padanya sebelum menggendong dirimu dengan ala pengantin yang membuatmu dan Knuckle terkejut. "Yosh, ayo kita ke sekolah TO THE EXTREME, (Nama Panjang)!" Katanya sebelum berlari dengan kecepatan yang sama dengan ketika dia mengejarmu.
"KYAAAAAAAAAA!" Teriak mu yang terkejut sambil melingkarkan kedua tanganmu di leher Ryohei dengan erat.
Melihat Adiknya membawa dirimu dengan kecepatan tinggi menuju sekolah membuat Knuckle terbengong-bengong sebelum akhirnya dia tersadar dan langsung mengejar kalian berdua dengan kecepatan yang sama setelah melihat tas yang kalian miliki ada di tangannya.
"TUNGGU DULU TO THE EXTREME, RYOHEI!" Teriak Knuckle extremely kesal karena Adiknya tanpa sengaja menjadikan dirinya kurir dan menculik dirimu.
...
..
.
TBC
.
..
...
(¬‿¬) Big is Cute (¬‿¬)
^o^ Informasi Seragam ^o^
Seperti judulnya, Mini-chan akan memberitahukan informasi seragam sekolah yang akan (Nama) A.K.A kalian semua pakai dalam kisah ini. Secara, di kisah ini. Kalian masuk SMU Namimori dan bukannya SMP Namimori seperti di manganya (Yang SMP adalah Adik laki-lakimu. jadi, dia pakai seragam seperti di manganya). Saat ini, (Nama) sedang memakai seragam versi musim panas di mana kisah ini dimulai sekitar awal bulan Juni dan berdasarkan pengetahuan Mini-chan setelah bermain Tokimeki memorial Girl's Side, pada awal bulan Juni, semua murid memakai seragam musim panas (Lol). So, berikut ini data seragammu dan seragam versi laki-laki.
Seragam Perempuan versi Musim Panas :
Kemeja lengan pendek berwarna putih, Simpul dasi kupu-kupu berwarna biru muda, Rok pendek berwarna indigo dan Waistcoat berwarna orange.
Versi Musim Dingin :
Kemeja Lengan Panjang berwarna putih, simpul dasi Kupu-kupu berwarna biru muda, Rok pendek berwarna indigo, Waistcoat dan Blezer berwarna orange.
Seragam Laki-laki versi Musim Panas :
Kemeja lengan pendek berwarna putih, Simpul Dasi Biasa berwarna biru muda dan Celana Panjang berwarna indigo. (untuk seragam Laki-laki, kadang ada yang tidak memakai dasi dan tidak mengkancingkan bajunya. seperti di animenya. Jadi, ini tidak dipermasalahkan.)
Versi Musim Dingin :
Sama dengan anak perempuan. Hanya saja dasinya simpul biasa, bukan simpul Kupu-kupu dan mereka memakai Celana Panjang bukannya Rok. Walaupun, Mini-chan ingin melihat Tsuna pakai Rok (Lol). [Tsuna: Mini-chan sungguh kejam T_T. Mini-chan: Habisnya Tsuna imut, sih XDD.]
...
Data tambahan:
Sebenarnya tidak terlalu penting, sih. Akan tetapi, alasan Mini-chan memilih warna Orange, Biru muda dan Indigo adalah karena ini warna yang dimiliki Tsuna, Yamamoto dan Mukuro. Tadinya, inginnya untuk rok dan celana memakai warna Gokudera (merah) Akan tetapi, setelah dipikir-pikir lebih baik warna mukuro saja yang dipakai.
Update di FFN: 9 September 2013
...
Nah, inilah Chapter ketiga dari BiC versi terlama. Nantinya Mini-chan akan segera mengupdate Chapter editan dari kisah ini. Jadi, tolong ditunggu dengan sabar.
Ciao.
No comments:
Post a Comment